KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
Tugas ini disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Microteaching
Dosen pengampu: Galih Istiningsih, M.Pd.
Anisa Nur Azizah
19.0305.0063
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
2021
Keterampilan Dasar Mengajar
(KDM)
Salah satu kemampuan dasar yang dimiliki oleh guru adalah kemampuan dalam keterampilan mengajar. Kemampuan ini membekali guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar.
Menurut Amstrong dkk (1992:33) Keterampilan Dasar Mengajar adalah kemampuan menspesifikasi tujuan performasi,kemampuan mendiagnosa murid, keterampilan memilih strategi penajaran, kemampuan berinteraksi dengan murid, dan keterampilan menilai efektifitas pengajaran.Sedangkan Nasution (1995:4) berpendapat bahwa mengajar yang lengkap yaitu: 1)Mengajar adalah menanamkan pengetahuan kepada anak; 2) Mengajar adalah menyampaikan kebudayaan kepada anak; 3) Mengajar adalah suatu aktivitas mengorganisir atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya danmenghubungkan dengan anak sehingga terjadi proses belajar.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Keterampilan Dasar Mengajar adalah keterampilan khusu yang harus dimiliki guru serta berkaitan erat dengan semua tugas guru yang berbentuk keterampilan dalam rangka memberi rangsangan dan motivasi kepada siswa untuk melaksanakan aktuvitas ,ketermpilan untuk membimbing, mengarahkan, membangun siswa dalam belajar guna mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan secara terpadu. Keterampilan Dasar Mengajar (KDM) termasuk keterampilan yang kompleks, yang pada dasarnya merupakan pengintegrasian utuh dari berbagai keterangan yang jumlahnya sangat banyak.
Terdapat 12 Keterampilan Dasar Mengajar (KDM) yang dianggap sangat berperan dalam keberhasilan kegiatan pembelajaran. Keterampilan Dasar Mengajar (KDM) antara lain:
1. Keterampilan Menyusun Skenario
a. Pengertian Kererampilan Menyusun Skenario
Keterampilan menyusun skenario pembelajaran adalah sebuah keterampilan merancang langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang terdiri dari pendahuluan, penyajian/ kegiatan inti dan penutup serta tindak lanjut, uraian pembelajaran yang akan dilaksanakan, pemilihan media dan alat yang akan digunakan pengajar maupun peserta didik dengan tujuan untuk mempermudah proses pembelajarannya..
b. Tujuan Penyusunan Skenario
1) Memberikan pedoman tentang tahap/langkah-langkah urutan kegiatan pembelajaran
2) Memberikan panduan tentang uraian kegiatan-kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan baik oleh pengajar maupun peserta didik
3) Memberikan panduan tentang metode, strategi, teknik, media dan alat yang akan digunakan selama proses pembelajaran berlangsung
4) Memberikan panduan tentang estimasi penggunaan waktu pada setiap kegiatan pembelajaran.
c. Komponen Keterampilan Menysusun Skenario
Komponen keterampilan menyususn skenario pembelajaran meliputi; mampu menyususn RPP, menentapkan langkah-langkah pembelajaran yag tercermin dalam RPP, melaksanakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan RPP, menggunakan model, metode, dan strategi, mengorganisasi kelas secara klasikal, kelompok, individu, kesesuaian estimasi waktu dengan penggunaan waktu yang sesungguhnya.
d. Prinsip Penggunaan
1) Sesuai dengan kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik
2) Sesuai dengan jenis materi pembelajaran apakah: fakta, konsep, prinsip, atau prosedur (Reigeluth, 1987)
3) Sesuai dengan kondisi kelas/sekolah menyangkut sarana maupun prasarana yang tersedia
4) Sesuai dengan kemampuan pengajar
2. KeterampilanMengelola Kelas
a. Pengertian Kemampuan Mengelola Kelas
Keterampilan mengelola kelas merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengkondisikan suasana kelas agar tercipta iklim belajar yang opotimal terkait dengan proses pembelajaran. Hal yang harus dikuasai oleh seorang guru agar mampu mengelola kelas adalah; memahami karakteristik peserta didik, menguasai materi dan strategi, memahami cara membagi perhatian kepada peserta didik, mampu mengelola aktivitas belajar dalam kelompok, dan mampumenemukan dan memecahkan tingkah laku siswa yang dpat menimbulkan masalah.
b. Tujuan Mengelola Kelas
Usman mengemukakan dua macam tujuan pengelolaan kelas yaitu:
1) Tujuan umum pengelolaan kelas adalah menyediakan dan menggunakanan fasilitas belajar untuk bermacam-macam kegiatan belajar mengajar agar mencapai hasil yang baik.
2) Tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.
c. Komponen Pengelolaan Kelas
Menurut Yamin komponen-komponen keterampilan pengelolaan kelas pada umumnya bagi kepada dua bagian yaitu:
1) Penciptaan dan pemeliharaan iklim pembelajaran yang optimal:
a. Menunjukkan sikap tanggap dengan cara; memandang secara seksama, mendekati, memberikan pernyataan dan memberikan reaksi terhadap gangguan di kelas.
b. Membagi perhatian secara visual dan verbal.
c. Memusatkan perhatian kelompok dengan cara menyiapkan peserta didik dalam pembelajaran.
d. Memberi petunjuk yang jelas.
e. Memberi teguran secara bijaksana.
f. Memberi penguatan ketika diperlukan.
2) Keterampilan yang berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal.
a. Modifikasi perilaku: mengajarkan perilaku baru dengan contoh dan pembiasaan, meningkatkan perilaku yang baik melalui penguatan, mengurangi perilaku buruk dengan hukuman.
b. Pengelolaan kelompok dengan cara: peningkatan kerjasama dan keterlibatan, menangani konflik dan memperkecil masalah yang timbul.
c. Menemukan dan mengatasi perilaku yang menimbulkan masalah: pengabdian yang direncanakan, campur tangan dengan isyarat, mengawasi secara ketat, mengakui perasaan negatif peserta didik, mendorong peserta didik untuk mengungkapkan perasaannya, menunjukkan benda-benda yang dapat mengganggu kosentrasi, menyusun kembali program belajar, menghilangkan ketegangan dengan humor, mengekang secara fisik
d. Prisip Pengelolaan Kelas
1) Kehangatan dan ketantusiasan
Kehangatan dan keantusiasan guru dapat memudahkan terciptanya iklim kelas yang menyenangkan yang merupakan salah satu syarat bagi kegiatan belajar mengajar yang optimal.
2) Tantangan
Penggunaan kata-kata, tindakan, atau bahan-bahan yang menentang akan meningkatnya gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku menyimpang.
3) Bervariasi
Penggunaan alat atau media, gaya dan interaksi belajar mengajar yang bervariasi merupakan kunci tercapainya pengelolaan kelas yang efektif yang menghindari kejenuhan.
4) Keluwesan
Keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dan dapat mencegahkemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif.
5) Penekanan pada hal-hal yang positif
Pada sadarnya, di dalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan hal-hal yang positif dan menghindari pemutusan perhatian siswa pada hal-hal yang negatif.
6) Penanaman disiplin diri
Pengembanagan disiplin diri sendiri oleh siswa merupakan tujuan akhir dari pengelolaan kelas. Untuk itu guru harus selalu mendorong siswa untuk melaksanakan disiplin diri, dan guru sendiri hendaknya menjadi contoh atau teladan tentang pengendalian diri dan pelaksanaan tanggung jawab.
Kesimpulan dari uraian di atas bahwa prinsip-prinsip pengelolaan kelas yakni kehangatan dan keantusiasan, tantangan, bervariasi, keluwesan, penekanan pada hal-hal positif, penenanam disiplin diri.
3. Keterampilan Membuka Pelajaran
a. Pengertian Keterampilan Membuka Pelajaran
Menurut Soli Abimanyu membuka pelajaran adalah “kegiatan yang dilakukan oleh untuk menciptakan suasana siap mental dan menimbulkan perhatian siswa agar terpusat pada hal – hal yang akan dipelajari.Sedangkan menurut Sanjaya membuka pelajaran atau set induction adalah usaha yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan prakondisi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada pengalaman belajar yang disajikan sehingga akan mudah mencapai kompetensi yang diharapkan, artinya kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan suasana siap mental dan menimbulkan perhatian agar siswa terpusat pada hal – hal yang akan dipelajarinya.
Membukan pelajaran (set induction), adalah aktivitas yang dilakukan guru untuk menciptakan kondisi siap mental, menumbuhkan perhatian serta meningkatkan motivasi siswa agar terpusat pada kegiatan belajar yang dilakukan. Kegiatan membuka pelajaran bukanlah kegiatan basa – basi tanpa arah yang jelas. dengan membuka pelajaran dimaksudkan untuk menkondisikan siap mental bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran. Oleh karna itu, siap guru dituntun melatih diri agar memiliki keterampilan membuka pembelajaran dengan baik dan tepat.Membuka pelajaran adalah seberapa jauh kemampuan guru dalam memulai interaksi belajar mengajar untuk suatu jam pelajaran tertentu.
b. Tujuan Keterampilan Membuka Pelajaran
1) Membangkitkan motivasi dan perhatian
2) Membuat anak didik memahami bentuk tugas
3) Menyiapkan mental siswa untuk memasuki kegiatan inti pelajaran
4) Menyadarkan siswa akan hubungan antara pengalaman / bahan yang sudah dimiliki/ diketahui dengan yang akan dipelajari
5) Memberikan gambaran tentang pendekatan atau kegiatan yang akan diterapkan atau dilaksanakan dalam kegiatan belajar.
c. Komponen Katerampilan Membuka Pelajaran
Sebagaimana diketahui kegiatan membuka pelajaran dapat dilakukan pada setiap awal kegiatan. Komponen keterampilan yang perlu dikuasai guru dalam membuka pelajaran adalah sebagai berikut:
1) Menarik perhatian siswa, misalnya menggunakan alat-alat bantu mengajar yang dapat menarik perhatian siswa.
2) Menumbuhkan motivasi belajar siswa, yang dapat dilakukan dengan: Membangun suasana akrab sehingga siswa merasa dekat, misalnya menyapa dan berkomonikasi secara kekeluargaan, menimbulkan rasa ingin tahu, misalnya mengajak siswa untuk mempelajari suatu kasus yang sedang hangat dibicarakan
3) Membuat Kalitan
Untuk membuat kaitan dalam membuka pembelajran guru dapat melakukannya dengan menghubungkan antara materi yang akan disampaikan dengan materi yang telah dikuasai siswa siswi (pengetahuan siap) disamping itu perlu dikaitan dengan pengalaman,minat,dan kebutuhan siswa siswi.Cara yang dapat dilakukan guru menurut Mulyasa (2005:88) antara lain dapat berupa:Mengajukan pertanyaan apersepsi, mengulas sepintas garis besar isi pelajran yang telah lalu, mengaitkan materi yang diajarkan dengan lingkungan siswa siswi, menghubungkan hubungkan bahan pelajran yang sejenis dan berurutan
d. Prinsip Keterampilan Membuka Pelajaran
Menurut Marno dan Idris (2008:92-93), ada lima prinsip penggunaan keterampilan membuka pelajaran yaitu:1) Singkat, padat dan jelas,2) Tidak diulang-ulang atau berbelit-belit, 3) Menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak, 4) Disertai contoh atau ilustrasi seperlunya, 5) Mengikat perhatian anak. Sedangkan menurut Joni (1984:4-5), ada dua prinsip, yaitu: 1) Bermakna Usaha menarik perhatian atau memotivasi siswa, guru harus memilih cara yang relevan dengan isi dan tujuan pembelajaran. 2) Berurutan dan berkesinambungan Aktifitas-aktifitas membuka pelajaran yang dilakukan oleh guru akan bermanfaat sesuai yang diharapkan, apabila dilakukan sesuai hirarkinya. Guru dalam mengenalkan dan merangkum kembali pokok-pokok pelajaran hendaknya merupakan bagian yang utuh. Hubungan antara pendahuluan dengan inti pelajaran serta dengan tugas-tugasnya akan dikerjakan sebagai tindak lanjut Nampak jelas dan logis.
4. Keterampilan Menjelaskan
a. Pengertian Keterampilan Menjelaskan
Menjelaskan pelajaran merupakan keterampilan utama yang harus dimiliki seorang guru atau calon guru. Makna menjelaskan menurut Ismail, merupakan suatu usaha untuk menyajikan pelajaan dalam urutan fungsional, dan terencana secara materi dengan cara mengorganisasikan materi sistematis. Ismail juga menambahkan bahwa selain untuk menyajikan materi secara informatif kepada siswa juga untuk mengkondisikan siswa belajar dan mengembangkan kemampuan berfikinya untuk memecahkan suatu masalah. Maka dari iu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mejelaskan suatu pelajaran, diantaranya; menggunakan bahasa yang jelas, mudah dipahami, tidak perlu diulang-ulang, sesuai dengan kemampuan peserta diidk, mudah diterma, tidak menggunakan istilah yang meragukan seperi kira-kira, mungkin, dan kalu tidak salah.
b. Tujuan Keterampilan Menjelaskan
Keterampilan menjelaskan merupakan menjadi sebuah seni dalam pengajaran dikelas. Tujuan utamanya tentu agar peserta didik lebih mudah menerima dan memahami informasi secara jelas dari pengetahuan yang sedang disampaikan. Secara lebih khususnya, terdapat beberapa tujuan dari keterampilan menjelaskan ini dalam suatu pembelajaran dikelas menurut Shoffan dalam Keterampilan Dasar Microteaching (2016).
1. Membimbing siswa untuk mendapat dan memahami hukum, dalil, fakta, definisi dan prinsip secara objektif dan bernalar.
2. Melibatkan siswa untuk berfikir dengan memecahkan masalah atau pertanyaan.
3. Untuk mendapatkan balikan dari siswa mengenai tingkat pemahamannya untuk mengatasi kesalahpahaman mereka.
4. Membimbing siswa untuk menghayati dan mendapat proses penalaran dan menggunakan bukti-bukti dalam pemecahan masalah.
c. Komponen Keterampilan Menjelaskan
1) Merencanakan
Penjelasan yang diberikan oleh guru perlu direncanakan dengan baik, terutama yang berkenan dengan isi pesan dan penerimaan pesan. Yang berkenan dengan isi pesan ( materi ) meliputi penganalisisan masalah secara keseluruhan, penentuan jenis hubungan yang ada di antara unsur-unsur yang dikaitkan dan penggunaan hukum, rumus atau generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan.Mengenai yang berhubungan dengan penerimaan pesan ( siswa ) hendaknya diperhatikan hal-hal atau perbedaan-perbedaan pada setiap anak yang akan menerima pesan seperti usia, jenis kelamin, kemampuan, latar belakang sosial, bakat, minat serta lingkungan belajar anak.
2) Penyajian suatu penjelasan
Penyajian suatu penjelasan dapat ditingkatkan hasilnya dengan memperhatikan sebagai berikut:
a.Kejelasan : penjelasan hendaknya diberikan dengan menggunakan bahasa yang mudah dimgerti oleh siswa, menghindari penggunaan ucapan-ucapan seperti “ e”, “aa”, “ mm”,, umumnya, biasanya, kira-kira, seringkali, mungkin dan istilah-istilah yang tidak dapat dimengerti oleh anak.
b. Penggunaan contoh dan ilustrasi : dalam memberikan penjelasan sebaiknya digunakan contoh-contoh yang ada hubungannya dengan sesuatu yang dapat ditemui oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.
c.Pemberian tekanan : dalam memberikan penjelasan, guru harus memusatkan perhatian siswa kepada masalah pokok dan mengurangi informasi yang tidak begitu penting. Dalam hal ini guru dapat menggunakan tanda atau isyarat lisan seperti “ yang terpenting adalah “, “ perhatikan baik-baik konsep seperti ini”.
d. Prinsip Keterampilan Menjelaskan
Prinsip keterampilan menjelaskan yaitu :a) penjelasan harus sesuai dengan karakteristik peserta didik; b) penjelasan harus diselingi dengan tanya jawab dengan tetap memperhatikan tujuan pembelajaran; dan c) penjelasan harus disertai dengan contoh yang konkrit, dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari dan bermakna.
5. Keterampilan Memberikan Penguatan
a. Pengertian Keterampilan Memberikan Penguatan
Keterampilan memberikan penguatan atau reinforcement (dalam Bahasa Inggris), secara garis besar dapat dimaknai sebagai kemampuan guru dalam memberikan respon terhadap perilaku siswa dalam kegiatan belajar mengajar, agar siswa terdorong untuk meningkatkan perilaku positif tersebut. Pada dasarnya istilah penghargaan, hadiah, pujian yang sering disama artikan dengan penguatan memiliki kedudukan sebagai bagian dalam keterampilan dalam memberi penguatan.
b. Tujuan Keterampilan Memberikan Penguatan
Saidimin (Hamzah B. Uno, 2005: 168) menyatakan bahwa keterampilan memberikan penguatan bertujuan untuk ; a) meningkatkan perhatian siswa dalam kegiatan belajar, b) memudahkan proses belajar mengajar baik bagi siswa maupun guru, c) membangkitkan dan mempertahankan motivasi siswa, d) mengatur dan merubah sikap yang mengganggu kearah tingkah laku belajar yang produktif, e) mengembangkan dan mengatur pribadi siswa dalam belajar, f) mendorong atau mengarahkan pada cara berfikir yang baik/ divergen dan inisiatif pribadi.
c. Komponen Keterampilan Memberikan Penguatan
Komponen penguatan pada dasarnya dapat diberikan dalam dua jenis yaitu penguatan verbal dan penguatan nonverbal.
a) Penguatan Verbal
Penguatan verbal paling mudah digunakan dalam kegitan pembelajaran dalam bentuk komentar, pujian, dukungan, pengakuan, atau dorongan yang diharapkan dapat meningkatkan tingkah laku dan penampilan siswa yang positif. Contoh: 1) Kata-kata: bagus, baik, luarbiasa, yak, betul. 2) Kalimat: Pekerjaanmu rapi sekali; Wah, tulisanmu rapid an.
b) Penguatan Non Verbal
Penguatan nonverbal dapat ditunjukkan dengan berbagai cara sebagai berikut:
1. Mimik dan gerakan badan. Mimik dan gerakan badan seperti senyuman, anggukan, tepukan tangan, atau acungan ibu jari dapat mengkomunikasikan kepuasan guru terhadap siswa, yang tentu saja merupakan penguatan yang sangat berarti bagi siswa.
2. Gerak mendekati. Gerak mendekati dapat ditunjukkan guru dengan cara melangkah mendekati siswa, berdiri di samping siswa atau kelompok siswa, bahkan dalam situasi tertentu duduk bersama siswa atau kelompok siswa. Tujuan dari mendekati adalah memberikan perhatian.
3. Sentuhan. Sentuhan seperti menepuk-nepuk bahu, atau pundak siswa, menjabat tangan siswa atau mengangkat tangan siswa yang menang, jika dilakukan dengan tepat, dapat merupakan penguatan yang efektif bagi siswa. Namun, jenis penguatan ini harus dipergunakan dengan penuh kehati-hatian dengan memperhatikan umur, jenis kelamin, serta latar belakang siswa.
4. Kegiatan yang menyenangkan. Pada dasarnya, siswa akan menjadi senang jika diberikan kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang menjadi kegemarannya atau sesuatu yang memungkinkan dia berprestasi. Oleh karena itu, kegiatan yang disenangi siswa dapat digunakan sebagai penguatan.
5. Pemberian simbol atau benda. Simbol dapat berupa tanda cek (V), komentar tertulis pada buku siswa, berbagai tanda dengan warna tertentu misalnya merah, kuning, hijau, atau biru.
6. Penguatan tak penuh. Penguatan tak penuh diberikan untuk jawaban siswa yang hanya sebagian benar, sedangakan bagian lainnya masih perlu diperbaiki oleh siswa yang lain.
d. PrinsipKeterampilan Memberikan Penguatan
Secara singkat Mulyani Soemantri dan Johar Permana (1998/1999: 277) mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang penting yang dapat dijadikan pedoman sebagai prinsip guru dalam memberikan suatu penguatan kepada siswa, adapun prinsip tersebut adalah sebagai berikut.
a) Dilakukan dengan hangat dan semangat.
b) Memberika kesan positif kepada peserta didik.
c) Berdampak terhadap perilaku positif.
d) Dapat bersifat pribadi atau kelompok .
e) Hindari penggunaan respon negatif.
6. Keterampilan Menggunakan Media dan Alat Pembelajaran
a. Pengertian Keterampilan Menggunakan Media dan Alat Pembelajaran
Keterampilan menggunakan media pembelajaran sangat penting bagi seorang guru untuk membantu proses penyampaian pelajaran. Menurut Udin Syaefudin Saud (2010), media pembelajaran adalah sarana pembelajaran yang digunakan sebagai perantara dalam proses pembelajaran untuk mempertinggi efektifitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Dari pendapat tersebut dapat dipahami bahwa penggunaan media pembelajaran dapat disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan oleh guru. Media pembelajaran sangat membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar karena pesan yang disampaikan akan lebih mudah diterima oleh siswa melalui media pembalajaran.
b. Tujuan Keterampilan Menggunakan Media dan Alat Pembelajaran
Menurut Udin Syaefudin Saud (2010), tujuan keterampilan menggunakan media pembelajaran yaitu:
1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis.
2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera.
3. Memperlancar jalannya proses pembelajaran.
4. Menimbulkan kegairahan belajar.
5. Memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan dan kenyataan.
6. Memberi kesempatan pada siswa untuk belajar secara mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
7. Keterampilan Pembelajaran Daring
a. Pengertian Keterampilan Pembelajaran Daring
Pembelajaran daring artinya adalah pembelajaran yang dilakukan secara online, menggunakan aplikasi pembelajaran maupun jejaring sosial. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan tanpa melakukan tatap muka, tetapi melalui platform yang telah tersedia.
b. Manfaat Keterampilan Pembelajaran Daring
Bisa menghemat biaya dan waktu, lebih praktis dan flexibel, pendekatan yang lebih sesuai, pengalaman belajar yang menyenangkan, lebih personal, mudah didokumentasikan, ramah lingkungan karena bisa mengurangi penggunaan kertas, dan yang terakhir alternatif selama social distancing.
8. Keterampilan Mengadakan Variasi
a. Pengertian Keterampilan Mengadakan Variasi
Udin dan Winataputra (2000:745) mengatakan bahwa variasi adalah keanekaan yang membuat sesuatu tidak monoton. Variasi dapat berwujud perubahan-perubahan atau perbedaan-perbedaan yang sengaja dibuat untuk memberikan kesan unik. Keterampilan menggunakan variasi merupakan keterampilan guru dalam menggunakan bermacam kemmapuan dalam mengajar untuk memberikan rangsangan kepada peserta didik agar suasana pembelajaran selalu menarik, sehingga peserta didik bergairah dan antusius dalam menerima pembelajaran dan aktivitas belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif.
b. Tujuan Keterampilan Mengadakan Variasi
Tujuan penggunaan variasi dalam proses belajar mengajar :a)Menghilangkan kejemuan dalammengikuti proses belajar, b) Mempertahankan kondisi optimal belajar, c) Meningkatkan perhatian dan motivasi peserta didik, d) Memudahkan pencapaian tujuan pengajaran
c. Komponen Keterampilan Mengadakan Variasi
Terdapat tiga komponen variasi mengajar yakni a) variasi gaya mengajar seperti variasi suara, kontak pandang, pemusatan perhatian, kesenyapan, mimik dan gerak, dan pergatian posisi dalam kelas, b) variasi penggunaan media dan bahan ajar, dan c) variasi pola interaksi.
d. Prinsip Keterampilan Mengadakan Variasi
Prinsip-prinsip penggunaan variasi dalam pengajaran
a) Gunakan variasi dengan wajar jangan dibuat-buat
b) Perubahan satu jenis variasi ke variasi lainnya harus efektif
c) Penggunaan variasi harus direncanakan dan sesuai dengan bahan, metode, dan karakteristik peserta
9. Keterampilan Membimbing Diskusi atau Aktivitas Pembelajaran Lainnya
a. Pengertian
Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan, atau pemecahan masalah. Diskusi kelompok merupakan strategi yang memungkinkan peserta didik menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir, berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap positif. Dengan demikian diskusi kelompok dapat meningkatkan kreativitas peserta didik, serta membina kemampuan berkomunikasi termasuk di dalamnya keterampilan berbahasa. Diskusi kelompok kecil adalah suau proses belajar yang dilakukan dalam kerjasama kelompok bertujuan memecahkan suatu permasalahan, mengkaji konsep, prinsip atau kelompok tertentu. Untuk itu guru memiliki peran sangat penting sebagai pembimbing agar proses diskusi dapat berlangsung sesuai dengan tujuan pembelajaran
b. Tujuan
Tujuan memimpin diskusi kelompok besar dan kecil adalah:
a. Setiap peserta dapat saling berbagi informasi atau pengalaman dalam menjelajahi gagasan baru atau masalah yang harus dipecahkan oleh mereka.
b. Peserta didik dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan untuk berpikir dan berkomunikasi.
c. Peserta didik terlibat dalam perencanaan dan penganbilan keputusan
c. Komponen
Komponen keterampilan guru dalam mengembangkan pembimbingan kelompok kecil yatu : 1) Memperjelas masalah, 2) Menyebarkan kesempatan berpartisipasi, 3) Pemusatan perhatian, 4) Menganalisa pandangan peserta didik
d. Prinsip
1) Laksanakan diskusi dalam suasana yang menyenangkan
2) Berikan waktu yang cukup untuk merumuskan dan menjawab permasalahan
3) Rencanakan diskusi kelompok dengan sitematis
4) Bimbinglah dan jadikanlah diri guru sebagai teman diskusi
10. Keterampilan Bertanya-jawab/ Bertanya Dasar-Lanjutan
a. Pengertian
Bertanya berarti memberikan suatu pertanyaan kepada siswa pada saat kegiatan pembelajaran. pemberian pertanyaan kepada siswa pada situasi yang tepat mampu mempengaruhi perubahan tingkah laku siswa untuk menjadi lebih aktif, dan mampu menimbulkan interaksi positif antara guru dengan siswa. Selain itu juga dapat mengurangi peran guru yang sebelumnya selalu aktif dalam hal menjelaskan.
b. Tujuan Keterampilan Bertanya
Tujuan keterampilan bertanya antara lain :1) Memotivasi peserta didik agar terlibat aktif dalam proses pembelajaran, 2) Melatih kemampuan mengutarakan pendapat, 3) Merangsang dan meningkatkan kemampuan berfikir peserta didik, 4) Melatih peserta didik berfikir divergen, 5) Menumbuhkan kebiasaan menghargai pendapat orang lain, 6) Menumbuhkan sikap kreatif pada peserta didik, 7) Mencapai tujuan pembelajaran.
c. Komponen
Adapun komponen- komponen dalam keterampilan bertanya dasar yaitu; (1) pengungkapan pertanyataan secara jelas, (2) pemberian acuan, (3) pemusatan perhatian, (4) pemindahan giliran, (5) penyebaran giliran, (6) pemberian waktu berpikir, (7) pemberian tuntutan, (8) pengungkapan tuntuan.
d. Prinsip
1) Pertanyaan hendaknya mengenai satu masalah saja. Berikan waktu berfikir kepada peserta didik
2) Pertanyaan hendaknya singkat jelas dan disusun dengan katakata yang se derhana
3) Pertanyaan didistribusikan secara merata kepada para peserta didik
4) Pertanyaan langsung sebaiknya diberikan secara random
5) Pertanyaan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan dan kesiapan peserta didik
6) Sebaiknya hindari pertanyaan retorika atau leading qustion
11. Keterampilan Mengevaluasi dan Merefleksi
a. Pengertian Keterampilan Mengevaluasi
Kegiatan mengevaluasi atau Penilaian dilakukan untuk mengetahui kualifikasi terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, serta capaian hasil belajar pada saat proses pembelajaran. Penilaian dapat dilakukan pada saat pembelajara, sebelum, dan sesudah pembelajaran. Penilaian yang dilakukan sebelum pembelajaran atau yang disebut dengan pretest diperlukan untuk mengukur kemampuan awal siswa sebelum melakukan pembelajaran, sedangkan penilaian postest yangatau penilaian yang dilakukan setelah kegiatan pembelajaran bertujuan untuk mengetahui atau mengukur keberhasilan kegiatan pembelajaran.
b. Tujuan
Dalam keseluruhan proses pembelajaran, secara garis besar evaluasi mempunyai beberapa fungsi penting, yaitu: Sebagai alat guna mengetahui apakah peserta didik telah menguasai pengetahuan atau ketrampilan yang telah diberikan oleh seorang guru. Untuk mengetahui kelemahan peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar
c. Prinsip
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 20 tahun 2007 ditegaskan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.
2. objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.
3. adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
4. terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
5. terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.
6. menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.
7. sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.
8. beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
9. akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.
12. Keterampilan Menutup Pembelajaran
a. Pengertian Keterampilan Menutup Pembalajaran
Belajara dapat dikatakan suatu proses yang tidak pernah berhenti karena merupakan suatu proses yang tidak berhenti atau merupakan suatu proses yang berkalanjutan menuju kearah kesempurnaan.setiap kali berakhir dari suatu interaksi antara guru dan siswa,hanyalah merupakan suatu terminal saja untuk kemudian beranjak keinteraksi selanjutnya pada hari atau minggu lain, jadi akhir suatu pelajaran bukan bearti seluruh proses belajar atau interaksi telah selesai sama sekali. Oleh karena itu,suatu kesan perpisahan yang baik pada akhir pelajaran sangat diperlukan agar pertemuan pada kesempatan yang lain dapat diterima dan berlangsung baik.
Mengakhiri pelajaran atau menutup pelajaran sama pentingnya dengan membuka pelajaran, walau tentu saja berbeda tujuan dan fungsinya. Seperti juga dalam membuka pelajaran, dalam rangka menutuo pelajaran seyogyanya dilakukan bersama-sama dimana murid semua kelas yang dirangkap hadir dalam suatu ruangan atau satu tempat. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengontrol suatu episode pembelajaran untuk setiap kelas secara utuh.
Menurut Soli Abimayu menutup pelajaran pada dasarnya adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk mengakhiri kegiatan init pembelajaran.
b. Tujuan Keterampilan Menutup Pelelajaran
a) Untuk memberikan pemahaman yang utuh terhadap materi pokok atau kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
b) Mementapkan pemahaman siswa terhadap materi pokok atau kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
c) Untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil pembelajaran yang telah diperoleh siswa, sekaligus sebagai umpan balik bagi guru.
d) Untuk memberikan tindak lanjut yang diperlukan sesuai dengan proses dan hasil pembelajaran yang telah dicapai siswa.
c. Komponen Keterampilan Menutup Pembelajaran
a) Untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap inti pelajaran pada setiap akhir penggal kegiatan guru hendaknya melakukan peninjauan kembali tentang penguasaan siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu merangkum dan membuat inti pelajaraan.
b) Tindak Lanjut
Altematif lain yang dapat dilakukann guru dalam mengakhiri pembelajaran adalah dengan cara memberikan tindak lanjut (Aqib, zainal.2003). yang dimaksud dengan tindak lanjut yaitu upaya menindak lanjuti terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, dengan maksud untuk lebih memantapkan pemahaman siswa baik berkenaan dengan konsep-konsep yang dipelajari maupun dalam rangka mengamlikasikan pemahaman konsep terhadap pemecahan-pemecahan masalah praktis. Jika kegiatan tindak lanjut bisa berupa pekerjaan rumah(pr), megerjakan tugas-tugas tertentu (proyek), melakukan opserfasi atau pengamatan, wawan cara sederhana atau kegiatan lain atau yang sejenis.
d. Prinsip Keterampilan Menutup Pembelajaran
a) Usaha untuk menarik perhatian siswa atau memotivasi siswa harus sesuai dengan isi dan tujuan pelajaran. Cerita sinkat atau lawakan yang tidak ada hubunganya dengan pelajaran hendaknya dihindarkan.
b) Berurutan dan berkesinambungan. Kegiatan ini dilakukan oleh guru dalam memperkenalkan atau merangkum kembali pelajaran sebagai bagian dari kesatuan yang utuh. Perwujudan prinsip berurutan dan berkesinambungan ini memerlukan adanya suatu susunan bahan pelajaran yang tepat, sesuai dengan minat siswa, ada kaitan logis antara satu bagian dengan lainnya, sehingga dapat disusun rantai kognisi yang jelas dan tepat.