Selasa, 28 September 2021

Model Penelitian Tindakan Kelas (Anisa Nur Azizah_5 PGSD Pararel_Universitas Muhammadiyah Magelang)

 

Model Penelitian Tindakan Kelas

Tugas ini disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Penelitian Tindakan Kelas

Dosen pengampu: Galih Istiningsih, M.Pd.







 

 

 

 

Anisa Nur Azizah

19.0305.0063

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG

2021


 

Model Penelitian Tindakan Kelas

 

 

 

1. Model Kurt Lewin

Model Kurt Lewin adalah salah satu model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menjadi acuan, hal ini karena Kurt Lewin merupakan tokoh yang pertama kali memperkenalkan penelitian tindakan atau action research. Dengan demikina  banyak Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kurt Lewin. Komponen pokok dalam peneltian tindakan Kurt Lewin adalah:

1)      Perencanaan (planning)

2)      Tindakan (acting)

3)      Pengamatan (observing)

4)      Refleksi (reflecting)

Hubungan keempat konsep pokok tersebut dapat digambarkan dengan diagram berikut.



 

 

2. Model Kemmis dan Mc Taggart

Konsep dasar yang diperkenelkan oleh Kurt Lewin dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart. Komponen tindakan (acting) dan pengamatan (observing) disatukan dengan alasan kedua kegiatan itu tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena kedua kegiatan haruslah dalam satu kesatuan waktu.  Begitu berlangsung suatu kegiatan, maka kegiatan observasi harus dilakukan sesegea mungkin. Bentuk model dari Kemmis dan Mc. Taggart dapat digambarkan sebagai berikut:

 


 

Model PTK Kemmis dan Mc Taggart memiliki 4 tahapan, yaitu perencanaan (plan), tindakan (act), observasi (observe), dan refleksi (reflect).Perencanaan berisi semua hal yang akan dilaksanakan pada tahap tindakan. Tahap tindakan dilakukan bersama-sama dengan tahap observasi. Setelah dilakukan tindakan dan observasi maka akan diperoleh data-data penelitian, selanjutnya data yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui apakah tujuan dan hasil penelitian sudah tercapai atau belum. Analisis data ini disebut refleksi. Jika tujuan penelitian belum sempurna , maka dilaksanakanlah siklus ke dua dari perencanaan sampai refleksi lagi. Siklus atau putaran ini dilakukan sampai peneliti menilai masalah yang telah ditetapkan selesai dan terjadi peningkatan proses atau tujuan pembelajaran.

 

 

3. Model John Elliot

Model Penelitian Tindakan Kelas John Elliot diperkenalkan dan dikembagkan oleh Elloit. Elloit adalah seorang pendukung gerakan “guru sebagai peneliti”. Beliau selalu berusaha mencar cara baru untuk mengembangkan jaringan penelitian. Elliot setuju dengan ide dasar langkah-langkah tindakan revleksi yang terus bergulir dan kemudian menjadi siklus seperti yang dikembangkan Kemmid. Namun, skema langkah-langkahnya lebih rinci dan berpeluang untuk lebih mudah diubah sehingga sebenarnya dia telah membuat suatu diagram yang lebih baik.

Dikatakan demikian, oleh karena di dalam setiap siklus dimungkinkan terdiri dari beberapa aksi yaitu antara 3-5 aksi (tindakan). Sementara itu, setiap aksi kemungkinan terdiri dari beberapa langkah, yang terealisasi dalam bentuk kegiatan belajar-mengajar. Maksud disusunnya secara terinci pada PTK Model John Elliot ini, supaya terdapat kelancaran yang lebih tinggi antara taraf-taraf di dalam pelaksanan aksi atau proses belajar-mengajar. Selanjutnya, dijelaskan pula olehnya bahwa terincinya setiap aksi atau tindakan sehingga menjadi beberapa langkah oleh karena suatu pelajaran terdiri dari beberapa subpokok bahasan atau materi pelajaran. Di dalam kenyataan praktik di lapangan setiap pokok bahasan biasanya tidak akan dapat diselesaikan dalam satu langkah, tetapi akan diselesaikan dalam beberapa rupa itulah yang menyebabkan John Elliot menyusun model PTK yang berbeda secara skematis dengan kedua model sebelumnya.Model PTK John Elliott dapat dilihat melalui gambar berikut ini.  

 


4. Model Dave Ebbutt

Menurut Dave model-model PTK yang ada seperti yang diperkenalkan oleh Elliot, Kemmis dan Taggart dipandang sudah cukup bagus. Akan tetapi didalam model-model tersebut masih ada beberapa hal atau bagian yang belum tepat dan perlu adanya pembenahan. Pada dasarnya Ebbutt setuju dengan gagasan-gagasan yang diutarakan Kemmis dan Elliot tetapi tidak sependapat mengenai beberapa interpretasi Elliot mengenai karya Kemmis. Ebbutt mengatakan bahwa bentuk spiral yang dilakukan oleh Kemmis dan Mc Taggart bukan merupakan cara yang terbaik untuk menggambarkan proses refleksi-aksi (action-reflection).

Berdasarkan beberapa model PTK di atas yang paling sering dipakai dalam dunia pendidikan adalah model PTK yang dikemukakan oleh John Elliot. PTK model Elliot lebih mudah dipahami dalam pelaksanaanya dengan menekankan pada model spiral yang diawali dengan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Tahapan yang dilakukan oleh PTK adalah terdiri dari empat tahap yaitu : perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Keempat tahapan merupakan bagian yang tidak bisa dihilangkan dalam PTK. PTK model Dave Ebbut dapat digambarkan seperti di bawah ini.



 

 

 

 

 

1 komentar: