Model Penelitian
Tindakan Kelas
Tugas ini disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah
Penelitian Tindakan Kelas
Dosen pengampu: Galih Istiningsih, M.Pd.
Anisa Nur Azizah
19.0305.0063
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
2021
Model
Penelitian Tindakan Kelas
1. Model
Kurt Lewin
Model Kurt
Lewin adalah salah satu model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menjadi
acuan, hal ini karena Kurt Lewin merupakan tokoh yang pertama kali
memperkenalkan penelitian tindakan atau action
research. Dengan demikina banyak
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kurt Lewin. Komponen
pokok dalam peneltian tindakan Kurt Lewin adalah:
1)
Perencanaan (planning)
2)
Tindakan (acting)
3)
Pengamatan (observing)
4)
Refleksi (reflecting)
Hubungan
keempat konsep pokok tersebut dapat digambarkan dengan diagram berikut.
2. Model
Kemmis dan Mc Taggart
Konsep dasar
yang diperkenelkan oleh Kurt Lewin dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart.
Komponen tindakan (acting) dan
pengamatan (observing) disatukan
dengan alasan kedua kegiatan itu tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena
kedua kegiatan haruslah dalam satu kesatuan waktu. Begitu berlangsung suatu kegiatan, maka
kegiatan observasi harus dilakukan sesegea mungkin. Bentuk model dari Kemmis
dan Mc. Taggart dapat digambarkan sebagai berikut:
Model PTK Kemmis dan Mc Taggart memiliki
4 tahapan, yaitu perencanaan (plan),
tindakan (act), observasi (observe), dan refleksi (reflect).Perencanaan berisi semua hal
yang akan dilaksanakan pada tahap tindakan. Tahap tindakan dilakukan
bersama-sama dengan tahap observasi. Setelah dilakukan tindakan dan observasi
maka akan diperoleh data-data penelitian, selanjutnya data yang diperoleh dianalisis
untuk mengetahui apakah tujuan dan hasil penelitian sudah tercapai atau belum.
Analisis data ini disebut refleksi. Jika tujuan penelitian belum sempurna ,
maka dilaksanakanlah siklus ke dua dari perencanaan sampai refleksi lagi.
Siklus atau putaran ini dilakukan sampai peneliti menilai masalah yang telah
ditetapkan selesai dan terjadi peningkatan proses atau tujuan pembelajaran.
3. Model
John Elliot
Model
Penelitian Tindakan Kelas John Elliot diperkenalkan dan dikembagkan oleh
Elloit. Elloit adalah seorang pendukung gerakan “guru sebagai peneliti”. Beliau
selalu berusaha mencar cara baru untuk mengembangkan jaringan penelitian.
Elliot setuju dengan ide dasar langkah-langkah tindakan revleksi yang terus
bergulir dan kemudian menjadi siklus seperti yang dikembangkan Kemmid. Namun,
skema langkah-langkahnya lebih rinci dan berpeluang untuk lebih mudah diubah
sehingga sebenarnya dia telah membuat suatu diagram yang lebih baik.
Dikatakan demikian, oleh karena di dalam
setiap siklus dimungkinkan terdiri dari beberapa aksi yaitu antara 3-5 aksi
(tindakan). Sementara itu, setiap aksi kemungkinan terdiri dari beberapa
langkah, yang terealisasi dalam bentuk kegiatan belajar-mengajar. Maksud
disusunnya secara terinci pada PTK Model John Elliot ini, supaya terdapat
kelancaran yang lebih tinggi antara taraf-taraf di dalam pelaksanan aksi atau
proses belajar-mengajar. Selanjutnya, dijelaskan pula olehnya bahwa terincinya
setiap aksi atau tindakan sehingga menjadi beberapa langkah oleh karena suatu
pelajaran terdiri dari beberapa subpokok bahasan atau materi pelajaran. Di
dalam kenyataan praktik di lapangan setiap pokok bahasan biasanya tidak akan
dapat diselesaikan dalam satu langkah, tetapi akan diselesaikan dalam beberapa
rupa itulah yang menyebabkan John Elliot menyusun model PTK yang berbeda secara
skematis dengan kedua model sebelumnya.Model PTK John Elliott dapat dilihat
melalui gambar berikut ini.
4. Model
Dave Ebbutt
Menurut Dave model-model PTK yang ada
seperti yang diperkenalkan oleh Elliot, Kemmis dan Taggart dipandang sudah
cukup bagus. Akan tetapi didalam model-model tersebut masih ada beberapa hal
atau bagian yang belum tepat dan perlu adanya pembenahan. Pada dasarnya Ebbutt
setuju dengan gagasan-gagasan yang diutarakan Kemmis dan Elliot tetapi tidak
sependapat mengenai beberapa interpretasi Elliot mengenai karya Kemmis. Ebbutt
mengatakan bahwa bentuk spiral yang dilakukan oleh Kemmis dan Mc Taggart bukan
merupakan cara yang terbaik untuk menggambarkan proses refleksi-aksi
(action-reflection).
Berdasarkan beberapa model PTK di atas
yang paling sering dipakai dalam dunia pendidikan adalah model PTK yang
dikemukakan oleh John Elliot. PTK model Elliot lebih mudah dipahami dalam
pelaksanaanya dengan menekankan pada model spiral yang diawali dengan
perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Tahapan yang dilakukan oleh
PTK adalah terdiri dari empat tahap yaitu : perencanaan, pelaksanaan, observasi
dan refleksi. Keempat tahapan merupakan bagian yang tidak bisa dihilangkan dalam
PTK. PTK model Dave Ebbut dapat digambarkan
seperti di bawah ini.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus